Pemanfaatan
Multi Media dalam Proses Pembelajaran Diklat
Oleh
: Rahmat Suyatna*)
A. Pendahuluan
Di jaman serba computer ini, pembelajaran menjadi semakin menantang dan
menyenangkan baik bagi Widyaiswara maupun peserta diklatnya. Jika pada waktu
belum populernya perangkat computer, tayangan berupa slide dengan bantuan
overhead projector sudah memadai dalam pembelajaran tapi kini multi media
mendominasi peran alat bantu pandang dengar sejak perkembangan perangkat keras
dan
perangkat lunak computer yang demikian pesat. Masing-masing alat baik LCD
Projector maupun OHP memiliki keunggulan dan kelemahan. Namun hal ini tidak
perlu kita perdebatkan dalam forum ini. Barangkali segi kemudahan lah yang akan
kita garis bawahi dalam tulisan ini.
B. Penggunaan
Microsoft Powerpoint
Terdapat varian sistem operasi pada komputer, namun yang paling populer di
Indonesia adalah Microsoft Windows. Tentu saja, karena OS (operating system)nya
Windows maka untuk pengetikan pun sering kita gunakan Microsoft Office. Makin
mutakhir Office yang kita gunakan makin banyak pula fitur yang dapat kita
manfaatkan. Untuk media tayang, yang paling populer adalah Microsoft Power
Point. Penulis menggunakan Power Point pada Offoce 2007, berikut tayangannya:
Penggunaan Power Point dalam pembelajaran sangat membantu Widyaiswara dalam
menyampaikan teori, pesan-pesan baik melalui tulisan, gambar tak bergerak,
movie dan sebagainya. Kita pun dapat membuat media tayang sampai merekam suara
kita, alhasil kita bisa berisitirahat menjelaskan materi yang kita ajarkan.
Peserta diklat dapat menyimak penjelasan kita dari hasil rekaman tayangan
berikut suaranya. Hebat bukan?
1) Membuat satu tayangan dari
beberapa file hanya satu klik
Dengan
menggunakan Power Point kita dapat membuat tayangan dari berbagai file dengan
menggunakan tool: Link. Kita cukup merangkaikan file-fle tersebut dengan link.
Jangan lupa file-file yang akan ditayangan harus berada dalam satu folder. File
yang ada di folder terdiri dari tayangan utama, tayangan pendukung, file suara,
file lagu, file gambar dan atau file film. Supaya tidak verbalistik, penulis
menyajikan rangkaian contoh sebagai berikut:
Pada gambar nampak kata Pendahuluan
diblok, lalu setelah itu gunakan klik kanan:
Lalu pilih Hyperlink,
setelah itu klik Hyperlink akan muncul opsi sebagai berikut:
Karena yang diblok adalah kata
Pendahuluan maka Klik File Pendahuluan agar ketika kita mengklik kata
Pendahuluan pada halaman utama maka penjelasan tentang pendahuluan akan muncul.
Setelah diklik maka kita otomatis kembali ke halaman utama:
Sampai di sini pekerjaan kita belum
selesai. Agar ketika file pendahuluan terbuka dan ingin kembali ke file utama
maka kita harus membuat ikon gambar sebagai penanda untuk di hyperlink ke file
utama:
Klik kanan lagi dan arahkan ke file
utama:
lalu klik OK, selesai. Mudah bukan?
C. Penggunaan
Windows Movie Maker
Window Movie Maker merupakan program bawaan MS Windows XP, jadi kalau di
komputernya ada MS Windows XPnya pasti Windows Movie Makernya terinstall.
Dengan WMM kita bisa menjadi pembuat film amatiran layaknya professional.
Pertama buka program WMM:
Lalu klik WMM maka program akan
terbuka seperti ini:
Hal pertama yang kita lakukan adalah
membuat judul tayangan. Buatlah judul tayangan yang relevan dengan Mata Diklat
yang kita ajarkan: Misalnya Budaya Kerja Organisasi Pemerintah, Klik Task: Make
Titles or Credits: Maka akan muncul:
Lalu pilih : Title at the Beginning;
maka akan mucul seperti ini:
Jangan lupa klik : Done. Tapi jika kita ingin mengkonfigurasi dulu
gunakan : More Options lalu pilih sesuai keinginan kita. Langkah selanjutnya
adalah mengunduh file film, film harus dalam format Windows Media File oleh
karena itu jika filem diunduh dari Youtube maka harus dikonversi dulu. Gunakan
saja Any Video Converter dapat diunduh gratis dari: www.filehippo.com atau dari web-web lainnya. Bersamaan dengan Capture Video,
kita juga dapat mengambil video dari Kamera Video langsung, dari file video,
file gambar, dan suara atau lagu.
Sekarang klik :
import video lalu cari folder yang memuat file-file video seperti contoh:
Pilih file yang akan kita ambil :
Lalu drag film tersebut sesuai keinginan kita dan file tersebut dapat
dipotong dengan lama tayang yang ditentukan oleh kita sendiri, mau 2 menit, 3
menit atau berapa saja. Yang jelas, film yang durasinya 2 jam dapat kita potong
sesuai keinginan kita.
Sampai disini tugas kita hampir selesai, kita tinggal memberikan suara berupa
narasi atau lagu latar yang cocok untuk tayangan. Kita juga dapat memberikan
komentar-komentar kritik atau bahkan komentar lucu.
Hasilnya akan muncul seperti ini:
Setelah selesai lalu tayangan kita
tutup dengan kata-kata: The End, Selesai atau kata apa saja yang kita inginkan:
Lalu klik OK. Setelah selesai
lalu klik Save to my Computer.
Berilah nama file lalu simpan
difolder khusus film buatan sendiri. Tidak sulit kan?
D. Simpulan
Kesimpulan dari pembahasan
ini adalah kita dapat memanfaatkan kedua subtopik bahasan di atas menjadi satu
tayangan. Caranya hampir sama dengan hyperlink yang sudah kita bahas tadi.
Jadi, tidak perlu membuka file-file yang berbeda dengan cara klik sana klik
sini. Dengan penggabungan file dan fitur hyperlink, kita dapat membuka file
utama untuk dapat membuka semua file yang di folder file-file kita. Tidak ada
istilah sulit atau gaptek sepanjang mau belajar dan terus berlatih agar
kemampuan kita sebagai Widyaiswara dapat terus ditingkatkan baik teori,
metodologi maupun pengalaman empiriknya. Mudah-mudahan.
*) Widyaiswara Muda Badiklat Banten
Tidak ada komentar:
Posting Komentar