Rabu, 28 Januari 2015

Pemanfaatan Multi Media dalam Proses Pembelajaran Diklat Oleh : Rahmat Suyatna*)



Pemanfaatan Multi Media dalam Proses Pembelajaran Diklat
Oleh : Rahmat Suyatna*)
A.    Pendahuluan
        Di jaman serba computer ini, pembelajaran menjadi semakin menantang dan menyenangkan baik bagi Widyaiswara maupun peserta diklatnya. Jika pada waktu belum populernya perangkat computer, tayangan berupa slide dengan bantuan overhead projector sudah memadai dalam pembelajaran tapi kini multi media mendominasi peran alat bantu pandang dengar sejak perkembangan perangkat keras


dan perangkat lunak computer yang demikian pesat. Masing-masing alat baik LCD Projector maupun OHP memiliki keunggulan dan kelemahan. Namun hal ini tidak perlu kita perdebatkan dalam forum ini. Barangkali segi kemudahan lah yang akan kita garis bawahi dalam tulisan ini.
B.    Penggunaan Microsoft Powerpoint
       Terdapat varian sistem operasi pada komputer, namun yang paling populer di Indonesia adalah Microsoft Windows. Tentu saja, karena OS (operating system)nya Windows maka untuk pengetikan pun sering kita gunakan Microsoft Office. Makin mutakhir Office yang kita gunakan makin banyak pula fitur yang dapat kita manfaatkan. Untuk media tayang, yang paling populer adalah Microsoft Power Point. Penulis menggunakan Power Point pada Offoce 2007, berikut tayangannya:


      Penggunaan Power Point dalam pembelajaran sangat membantu Widyaiswara dalam menyampaikan teori, pesan-pesan baik melalui tulisan, gambar tak bergerak, movie dan sebagainya. Kita pun dapat membuat media tayang sampai merekam suara kita, alhasil kita bisa berisitirahat menjelaskan materi yang kita ajarkan. Peserta diklat dapat menyimak penjelasan kita dari hasil rekaman tayangan berikut suaranya. Hebat bukan?
1) Membuat satu tayangan dari beberapa file hanya satu klik
     Dengan menggunakan Power Point kita dapat membuat tayangan dari berbagai file dengan menggunakan tool: Link. Kita cukup merangkaikan file-fle tersebut dengan link. Jangan lupa file-file yang akan ditayangan harus berada dalam satu folder. File yang ada di folder terdiri dari tayangan utama, tayangan pendukung, file suara, file lagu, file gambar dan atau file film. Supaya tidak verbalistik, penulis menyajikan rangkaian contoh sebagai berikut:

Pada gambar nampak kata Pendahuluan diblok, lalu setelah itu gunakan klik kanan:



    Lalu pilih Hyperlink, setelah itu klik Hyperlink akan muncul opsi sebagai berikut:


Karena yang diblok adalah kata Pendahuluan maka Klik File Pendahuluan agar ketika kita mengklik kata Pendahuluan pada halaman utama maka penjelasan tentang pendahuluan akan muncul. Setelah diklik maka kita otomatis kembali ke halaman utama:


Sampai di sini pekerjaan kita belum selesai. Agar ketika file pendahuluan terbuka dan ingin kembali ke file utama maka kita harus membuat ikon gambar sebagai penanda untuk di hyperlink ke file utama:

Klik kanan lagi dan arahkan ke file utama:


lalu klik OK, selesai. Mudah bukan?

C.    Penggunaan Windows Movie Maker
      Window Movie Maker merupakan program bawaan MS Windows XP, jadi kalau di komputernya ada MS Windows XPnya pasti Windows Movie Makernya terinstall. Dengan WMM kita bisa menjadi pembuat film amatiran layaknya professional. Pertama buka program WMM:


Lalu klik WMM maka program akan terbuka seperti ini:


Hal pertama yang kita lakukan adalah membuat judul tayangan. Buatlah judul tayangan yang relevan dengan Mata Diklat yang kita ajarkan: Misalnya Budaya Kerja Organisasi Pemerintah, Klik Task: Make Titles or Credits: Maka akan muncul:



Lalu pilih : Title at the Beginning; maka akan mucul seperti ini:


      Jangan lupa klik : Done. Tapi jika kita ingin mengkonfigurasi dulu gunakan : More Options lalu pilih sesuai keinginan kita. Langkah selanjutnya adalah mengunduh file film, film harus dalam format Windows Media File oleh karena itu jika filem diunduh dari Youtube maka harus dikonversi dulu. Gunakan saja Any Video Converter dapat diunduh gratis dari: www.filehippo.com atau dari web-web lainnya. Bersamaan dengan Capture Video, kita juga dapat mengambil video dari Kamera Video langsung, dari file video, file  gambar,  dan suara atau lagu.
    Sekarang klik : import video lalu cari folder yang memuat file-file video seperti contoh:


Pilih file yang akan kita ambil :


        Lalu drag film tersebut sesuai keinginan kita dan file tersebut dapat dipotong dengan lama tayang yang ditentukan oleh kita sendiri, mau 2 menit, 3 menit atau berapa saja. Yang jelas, film yang durasinya 2 jam dapat kita potong sesuai keinginan kita.

        Sampai disini tugas kita hampir selesai, kita tinggal memberikan suara berupa narasi atau lagu latar yang cocok untuk tayangan. Kita juga dapat memberikan komentar-komentar kritik atau bahkan komentar lucu.


Hasilnya akan muncul seperti ini:
Setelah selesai lalu tayangan kita tutup dengan kata-kata: The End, Selesai atau kata apa saja yang kita inginkan:


Lalu klik OK. Setelah selesai lalu klik Save to my Computer.


Berilah nama file lalu simpan difolder khusus film buatan sendiri. Tidak sulit kan?

D.    Simpulan
    Kesimpulan dari pembahasan ini adalah kita dapat memanfaatkan kedua subtopik bahasan di atas menjadi satu tayangan. Caranya hampir sama dengan hyperlink yang sudah kita bahas tadi. Jadi, tidak perlu membuka file-file yang berbeda dengan cara klik sana klik sini. Dengan penggabungan file dan fitur hyperlink, kita dapat membuka file utama untuk dapat membuka semua file yang di folder file-file kita. Tidak ada istilah sulit atau gaptek sepanjang mau belajar dan terus berlatih agar kemampuan kita sebagai Widyaiswara dapat terus ditingkatkan baik teori, metodologi maupun pengalaman empiriknya. Mudah-mudahan.

*) Widyaiswara Muda Badiklat Banten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar